Monday, 25 October 2010

Things that you should do when you become stupid...

Dalam hidup aku, banyak benda yang aku kejar... Things that I pursue and purposely forgetting that I would have to ditch some of them on my way to the end.

Benda-benda yang kita lakukan untuk mencapai tingkat tertinggi dalam hidup. Macam pendakian tanpa henti di bukit Sisyphus dengan menggulingkan batu ke puncak, just to know that you'd have to repeat the same thing over and over again.

Jadi sekarang aku sudah penat berlari and I'm no longer chasing. Instead, I'm walking in constant speed so I wont get tired and in case if there's an obstacle, maybe I can still stop without running through it.

What is the point of all this?

Aku cuma perlu beritahu, that now, its time to get back into my world and sit down quietly.

Kenapa aku perlu balik ke dunia sendiri dan duduk diam-diam?

Sebab aku perlu berjalan seorang diri, perlahan-lahan dan kembali menulis. Otherwise I am going to be one dimwitted guy and that's not very sexy.

Quoting Forrest Gump:

"And that's all I have to say about that".

Dan aku akan mula menulis semua perlahan-perlahan, so I wont run out of juice as quickly as before.

Thursday, 14 October 2010

Care for some weed?

Sudah berbulan-bulan mencari keseimbangan kosmos. Cuba menulis sesuatu yang sekurang-kurangnya masuk akal. Cuba susun perkataan jadi cerita, puisi, prosa, haiku dan cinta... Yeah, the old cliche, "I am trying to arrange my words to become love". What a fucked up idea.

Bercakap tentang idea fucked up, dalam dunia memang banyak idea macam tu. They are everywhere, maybe right now, they are in your pants. Speaking about the obvious ones, things like democracy, one nation, John Wayne Bobbit becoming a porn star and not forgetting true love. You see whats happening to the world?

Cukup mengenai idea-idea absurd, lets focus about me. I'm not writing like I used to, macam dulu-dulu. Masa The Plain Melayu masih lagi The Living Chapter selepas itu menggunakan nama aku sendiri Zulkarnain Azman (usaha futile untuk menjadi popular) dan sekarang blog yang kamu sedang baca dengan kedua-dua biji mata kamu (kecuali kalau kamu Sammy Davis Jr) and this blog is dying.

Beberapa hari lepas aku terima email daripada beberapa orang yang membaca The Plain Melayu, they asked me why am I not writing like I used to...

Dan aku memberikan jawapan seperti punk yang sedang mabuk dan sibuk merancang rusuhan di Attica:

"I've lost my fucking pen!"